Welcome to Blog

Kidung Matahari

Kidung Matahari

Waktu menjadi cerita, karena waktu dialami manusia secara nyata, dirasakan dan dimaknai adanya. Hubungan antara waktu dan keberadaan matahari membawa kepada konsep hari, yakni konsep waktu sederhana yang didasarkan pada rotasi bumi itu sendiri. Bumi berputar bersama waktu menurut garis edarnya mengelilingi matahari membawa cerita dan kisah bagi manusia.

“Kidung Matahari” bercerita tentang hari yang didasarkan pada kehadiran matahari, yakni hari yang dimulai dari terbitnya fajar hingga berakhirnya malam. “Kidung Matahari” juga berarti suatu perjalanan yang mencari nuansa musikal dan harmoni di setiap bagiannya, mulai dari semburat fajar, semangat pagi, panas tengah hari, senjakala, hingga hening dan gulita malam. Perjalanan pun ternyata harus berakhir dan “Kidung Matahari” menutupnya dengan sebuah kesaksian akan adanya akhir hari, melalui sebuah realitas bahwa matahari ternyata tidak terbit dari timur, namun bumilah yang berotasi dan menjadikan siang dan malam!.

“Kidung Matahari The Sound of Harmony” adalah Produksi Musik XXII Sanggar Nuun yang berangkat dari pengalaman sehari-hari tentang waktu, pengalaman itu kemudian ditulis menjadi naskah oleh Mustain Ahmad dan diadaptasi ke dalam bentuk musik oleh M Nur Arifin, Wahyu Widayat Narko dan Asyharul Umam. “Kidung Matahari” dikemas ke dalam musik kreatif akulturatif, lewat akulturasi gamelan diatonis atau instrument musik tradisi Indonesia lainnya dengan instrument musik “modern”. Eksplorasi dalam bermusik tidak hanya sebatas pada instrument dan nada yang dihasilkan. Namun juga merambah untuk memasukkan unsur seni yang lain, seperti halnya Teater dan Sastra.
Setelah melalui proses yang cukup panjang, terhitung dari awal bulan Januari hingga pertengahan bulan Mei, “Kidung Matahari The Sound of Harmony”  dipentaskan di dua kota, Saung Angklung Udjo Bandung Jawa Barat pada 27 April 2010 dan LIP  Lembaga Indonesia Prancis Yogyakarta pada 10 Mei 2010. Kidung Matahari menyajikan 8 komposisi musik, 6 musikalisasi dan pembacaan puisi, 3 lagu oleh paduan suara oleh PSM Gita Savana dan 2 tembang jawa.

Puisi Musik dan Peristiwa

Puisi Musik dan Peristiwa
Tanpa musik, hidup adalah sebuah kesalahan. Orang Jerman bahkan membayangkan Tuhan sebagai penyanyi(Friedrich Nietzsche, Twilight of the Idols) Senja telah berlalu. Seperti hari-hari biasanya, tidak ada yang menarik dengan pergantian siang dan malam kecuali angin kencang yang datang dari utara. Menurut mitos ini adalah suatu pertanda bahwa sesuatu yang besar akan terjadi. Detik demi detik [...]