Puisi “Perahu” Bachrum Bunyamin

PERAHU Bismillahi majreehaa wa mursaahaa, kulayarkan perahuku Mengharungi samudra semestaMu dalam samudra semestaku Berbekal sejuta do’a dan harapan menggebu Pembungkus tubuh sejak dalam kandungan ibuku...

Puisi “Sirene Sepasang Badai”

Sebelum perahu dilabuhkanLaut memang lebih dulu menerjangMengecup lambung perahuDengan bibir ombak yang berdentam Angin mencipta badaiMembentuk kabutMengubah warna langitMenjadi hamparan kain hitam; yang panjang Tapi...

Puisi “Pojok Surga”

Hitam; segelap jurangRemang; tak terlihatRetak; seluruh tulangHilang; tak terlewat Singgahlah sejenakAkan kusajikan setitikNikmat Aku tak akan merusakLangit pun tak melihatTak usah dengarkan hujanTak usah hiraukan...

Puisi “Kata-Katanya”

Kata kataNYA Dibalik tinta dan jempolMemancar luka tersirat dalam. Luas samudera Diukir di kedalaman kataBertebaran terhempas angin Mencari kawan dan musuh. Siang dan malam hanya bentuk Bahwa dibalik celana Ada inti...

Puisi “Kota Kato”

Diukur dan diukir paman sam Berada di timur jauh persada kita Dulu, dinjak-injak orang kere Selama 300 tahun Kini sisa lumut2 bersih Tergantikan yang muda Paling Cuma beberapa. Penghuninya sama Mencari sisa2 memang...

Puisi “Fanstastik Kata”

Kamu adalah anak tanpa ibuDilahirkan secara sadar dan terencanaKeberadaanmu itu aku Lihat saja cangkemku atau tangan usilku bergerak-gerak disela waktuku. Nak, sebelum aku tahuNenek moyangku telah membentuk dirimuMulai...