Puisi “Perahu” Bachrum Bunyamin

Puisi “Perahu” Bachrum Bunyamin
PERAHU Bismillahi majreehaa wa mursaahaa, kulayarkan perahukuMengharungi samudra semestaMu dalam samudra semestakuBerbekal sejuta do’a dan harapan menggebuPembungkus tubuh sejak dalam kandungan ibukuBerbekal kompas bismillah yang diajarkan ayahkuDi Universitas kehidupan yang menjadi almamaterku Bismillahi majreehaa wa mursaahaa, kulayarkan perahukuMengharungi samudra semestaMu dalam samudra semestakuSetelah kutinggalkan tanah kelahirankuDi perbatasan cakrawala awal pengembaraanSetelah kutinggalkan sejerit tangisanDi pintu gerbang [...]

Puisi “Negara Kesenian Pemakluman”

Puisi “Negara Kesenian Pemakluman”
Hal yang mendetail telah hilangKritikus dianggap politikus rakusBasic seni ditelantarkanTeori adalah mitosImajinasi terpisah dari ilmu pengetahuan Mentah dan hambarWacana sebatas abstraksiKetelitian merupakan dogma kuno Hal mendetail telah hilangHubungan manusia dibalut bingkai fotoNilai luhur adalah pujian wanitaHarga diri dinilai diri sendiriTerkukung wabah pemakluman Oleh: Ading, 2019, Yogyakarta

Puisi “Fanstastik Kata”

Puisi “Fanstastik Kata”
Kamu adalah anak tanpa ibuDilahirkan secara sadar dan terencanaKeberadaanmu itu aku Lihat saja cangkemku atau tangan usilku bergerak-gerak disela waktuku. Nak, sebelum aku tahuNenek moyangku telah membentuk dirimuMulai dari rambut, menuju ubun2, membentuk muka, menjadi badan, hingga kamu utuh menjadi AKSARA.Tersurat dalam kalimat maupun narasi, membuatmu indah kadang juga menjijikkan. Setiap kamu adalah akuCerminan kamu [...]

Puisi “Tubuh ke Dua”

Puisi “Tubuh ke Dua”
Kenali aku sebagaiTubuhmu Yang tercipta dariKabel listrik, danCahaya 40 watt. Oleh: Saleh Saleojung, Jogja, 2019

Puisi “Sekejap”

Puisi “Sekejap”
Ku tau takkan mudah Mendengar kisahmuDan ku tak mampuTuk sesali Ini ceritaSang durjana Hanya sekejapSekejap mataYang kuinginkanHentikan waktu Yang kuinginkanHanya hadirmu Oleh Darno Ngazizi. Kopas, 14/03/19, Yogyakarta

Puisi “Semangat Pagi”

Puisi “Semangat Pagi”
Pagi ini aku terbangun dari mimpi indah yang panjangKulihat dirimu, dirimu?Menatap hampa dan kecewa (Wooooii.. bangun cooii)Pagi ini harapan datang, lembaran baru di hidupmu Mengapa dirimu, dirimu?Tertunduk sedih dan gelisah Bangkitlah kawanTersenyumlah kawanMari kita (semua) senang-senang! Lari! Lari! mengejar matahariTembus ruang dan waktuMelintasi hidupmuTaklukkanlah rasa lelah yang adaHabiskan detik yang berlalu bersamaaa..(tersenyumlah setelah kecewa) Meski [...]

Puisi “Mengejar Kejora”

Puisi “Mengejar Kejora”
Angin menuruni lembahMenggaung di dinding bukit,Menggaung di goa-goa.Pucuk-pucuk pepohonan berbisik lembut Akan ke manakah angin bermuara?Sedang senja mulai merapat ke ujung samudera Sesaat laut bergemuruh menyambut kedatangannya.. Kembangkan layarmu,Tangkaplah suaraDari ketinggian menderit di tiang jiwa. Bernyanyilah kau kekasih rembulanLaguku, lagu petualangMenarilah dalam iringan ombak bersusulan.. Kejora sudah datang di antara gemintangMajulah terus ke depan,Di sana [...]

Puisi Musik dan Peristiwa

Puisi Musik dan Peristiwa
Tanpa musik, hidup adalah sebuah kesalahan. Orang Jerman bahkan membayangkan Tuhan sebagai penyanyi(Friedrich Nietzsche, Twilight of the Idols) Senja telah berlalu. Seperti hari-hari biasanya, tidak ada yang menarik dengan pergantian siang dan malam kecuali angin kencang yang datang dari utara. Menurut mitos ini adalah suatu pertanda bahwa sesuatu yang besar akan terjadi. Detik demi detik [...]

Puisi “Elementasi Bumi Manipulasi Waktu”

Puisi “Elementasi Bumi Manipulasi Waktu”
Waktu berdetak mengitariku Mengendap-endap jejak nafaskuMatahari melintas merangkai musim Bumi berputar menjemput pagiBulan bergerak menyongsong hariDiam-diam.. menyelinap di kehengingan Akulah secercah cahayaYang tercipta dari suka dan dukaAkulah “ini” s’titik debuYang terbentuk dari dingin dan panasMenjadi aku lebur dalam diri yang tak fana. Meraba ceruk terdalam lautku yang gemerlapanBagai relung sang petapa yang tak terjangkau dalamnyaMeraba [...]

Puisi “Aide Memoire”

Puisi “Aide Memoire”
Bukalah jendela, di luar anginMenyiapkan pelaminan kemarauSebelum burung-burung dan daunanLuput dari nyalang pandang dukaku Catatan-catatan mengubur segala kecewaUpacara kecil hari-hari kelampauankuBukalah kerudung jiwa di siniGemakan kenangan pengembaraan sunyiJauh atau dekat, dari ruang ini Sebelum sayap-sayap derita dan kerjaPergi berlaga mendarahi bumiDan dengan gemas menyerbu kaki langit ituDi mana mengkristal rindu dendamku abadi Umbu Landu Paranggi, [...]