puisi “alarm berpulang”

refleksi irama semenjana

alarm berpulang

bunyi kematian, yang dihidupkan,
dari nada-nada yg mati,
menjadi do’a setiap detik nafasku.

kesunyian merindingkan cerita untuk diraba
lewat jurang rasa
tegarkan hati para durjana
bahwa DIA menyambutmu.

saat kasmaran tiba,
kesadaran merubah citranya,
sejak itu juga kesakralan luntur,
tapi kau tetap sebagai malaikat.

kopas, 1 mei 2019

Oebaydillah

penikmat kopi, dan bunyi-bunyi
mahasiswa uin sunan kalijaga
jurusan sosiologi agama

Add comment