musik dan peristiwa

Musik dan Peristiwa

Tanpa musik, hidup adalah sebuah kesalahan. Orang Jerman bahkan membayangkan Tuhan sebagai penyanyi

(Friedrich Nietzsche, Twilight of the Idols)

Senja telah berlalu. Seperti hari-hari biasanya, tidak ada yang menarik dengan pergantian siang dan malam kecuali angin kencang yang datang dari utara. Menurut mitos ini adalah suatu pertanda bahwa sesuatu yang besar akan terjadi.

Detik demi detik malam berlalu. Malam menjadi semakin membingungkan. Tepat tengah malam, langit Pantai Selatan diselimuti awan merah, terasa hening dan dingin. Suasana dingin malam itu membuat penduduk sekitar berdiam diri di rumahnya masing-masing. Hanya sedikit yang menyadari bahwa sesuatu yang besar benar-benar akan terjadi saat itu. Selebihnya, kebanyakan dari mereka mengabaikan tanda-tanda alam itu dengan tertidur pulas atau bahkan bercinta di atas ranjang. Tidak jelas memang apa yang dilakukan orang desa di dalam rumahnya.

Tetapi, disaat penduduk sekitar sedang bercinta, segerombolan manusia terlihat sedang tergesah-gesah dan berlarian kesana kemari mondar-mandir di sekitar bibir pantai. Kelihatannya mereka sangat sibuk. Dan ternyata memang benar, mereka sedang mempersiapkan sebuah perahu untuk berlayar. Aneh memang, berlayar di tengah β€˜sikon’ dan cuaca yang tak menentu, di tengah malam lagi.

Ketika perahu itu telah siap, tiba-tiba petir menyambar langit pantai selatan dengan hebatnya. Seketika semua orang terkaget-kaget. Langit perlahan-lahan ditaburi rintikan hujan yang tipis dan berjarak. Di suatu malam yang dahsyat. Satu-persatu dari mereka menaiki perahu. Mereka memulai pelayaran dengan memukul-mukul besi. Kedengarannya tidak terlalu buruk. Alunan nadanya elok dan merangsang pada ritualitas. Kegelapan tengah malam perlahan-lahan diterangi lampu patromak mereka. Bias cahayanya indah dan murni. Pelayaran benar-benar telah dimulai.

Mosses Mohamadh

Mosses Mohamadh merupakan seorang akademisi di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta. Ia memiliki minat khusus pada filsafat kontinental dan wacana postrukturalisme. Saat ini, ia masih mendalami diskursus ontologis dan statusnya di dalam kebudayaan kontemporer.

Add comment