Archive - April 2019

Puisi “Pojok Surga”

Hitam; segelap jurangRemang; tak terlihatRetak; seluruh tulangHilang; tak terlewat Singgahlah sejenakAkan kusajikan setitikNikmat Aku tak akan merusakLangit pun tak melihatTak usah dengarkan hujanTak usah hiraukan...

Puisi “Menangis Di Kota Ibu”

Menangis dikota ibu

Ada ibu…Tak pernah mengakuikuMenjauh terasing.

Ada bapak… Yang tak pernah adaKecuali ibu.

Dimana aku beradaMenyusu saat balitaMenangis kala sepiMencari tapi tak dapat.

Oh ibu kota

Oebay 2019

Puisi “Kata-Katanya”

Kata kataNYA Dibalik tinta dan jempolMemancar luka tersirat dalam. Luas samudera Diukir di kedalaman kataBertebaran terhempas angin Mencari kawan dan musuh. Siang dan malam hanya bentuk Bahwa dibalik celana Ada inti...

Puisi “Diantara”

Diriku diantara kalian Diantara maliobro, terdapat akuMelihat dirimu jauh Padahal kita monyet Diantara peminum kopi, terdapat akuSedang kalian adalah langit dan aku es batuPadahal KITA korban Kail pancingan pemilik...

Puisi “Kota Kato”

Diukur dan diukir paman sam Berada di timur jauh persada kita Dulu, dinjak-injak orang kere Selama 300 tahun Kini sisa lumut2 bersih Tergantikan yang muda Paling Cuma beberapa. Penghuninya sama Mencari sisa2 memang...

Puisi “Negara Kesenian Pemakluman”

Hal yang mendetail telah hilang Kritikus dianggap politikus rakus Basic seni ditelantarkan Teori adalah mitos Imajinasi terpisah dari ilmu pengetahuan Mentah dan hambar Wacana sebatas abstraksi Ketelitian merupakan...

Puisi “Fanstastik Kata”

Kamu adalah anak tanpa ibuDilahirkan secara sadar dan terencanaKeberadaanmu itu aku Lihat saja cangkemku atau tangan usilku bergerak-gerak disela waktuku. Nak, sebelum aku tahuNenek moyangku telah membentuk dirimuMulai...

Puisi “Sekejap”

Ku tau takkan mudah Mendengar kisahmuDan ku tak mampuTuk sesali

Ini ceritaSang durjana

Hanya sekejapSekejap mataYang kuinginkanHentikan waktu

Yang kuinginkanHanya hadirmu

Kopas, 14/03/19, yogyakarta